New Business Initiative

Revolusi Transparansi Perikanan
Berbasis IoT & Blockchain

Menciptakan 'Paspor Digital' untuk setiap tangkapan ikan. Dari laut ke piring, diverifikasi, tidak dapat diubah, dan menguntungkan nelayan secara adil.

Alur Paspor Digital

Sistem ini mengubah data fisik menjadi aset digital yang tidak dapat dimanipulasi (Immutable) di Blockchain. Klik setiap tahapan untuk melihat data apa yang direkam.

1

Di Atas Kapal (On-Board)

IoT merekam data awal penangkapan.

2

Titik Transisi (Supply Chain)

Validasi di pelabuhan & pabrik.

3

Smart Contract & Konsumen

Pembayaran otomatis & Scan QR.

DATA BLOCK #1

Perekaman IoT di Laut

  • Lokasi GPS & ZEE: Verifikasi area tangkapan legal.
  • Timestamp: Waktu penangkapan real-time.
  • Spesies & Berat: Input data volume tangkapan.
  • Target: Kapal < 5 GT dan > 5 GT.

Analisis Captive Market

Estimasi potensi pasar berdasarkan armada perikanan Indonesia.

Segmen Penerima Manfaat

Nelayan Kecil (< 5 GT) ~90%
Nelayan Besar (> 5 GT) ~10%

Dampak Ekonomi: Pemotongan rantai pasok (tengkulak) dapat meningkatkan pendapatan nelayan hingga 20-30% melalui Premium Keberlanjutan.

Distribusi Armada (Estimasi)

Data simulasi untuk tujuan visualisasi proposal.

Simulasi Time Frame

Berapa lama solusi ini tersebar merata? Waktu adopsi sangat bergantung pada dukungan regulasi dan modal.

Organik Moderat Agresif
Skenario: Dukungan Kemitraan Pemerintah & Swasta Standar.

Keyakinan Go-to-Market:

  • Pilot Project: Tahun 1
  • Ekspansi Regional: Tahun 2-3
  • Nasional: Tahun 4+

Infrastruktur & Kerjasama

Dukungan hardware, software, dan lembaga untuk realisasi.

📡

GPS Tracker & VMS

Modul pelacakan lokasi real-time yang tahan air laut dan cuaca ekstrem.

⚖️

Digital Scale IoT

Timbangan digital terintegrasi yang mengirim data berat langsung ke gateway kapal.

📱

Skipper Tablet

Interface sederhana bagi nelayan untuk input jenis ikan dan verifikasi kiriman.

Potensi Mitra Strategis

Regulator & Pemerintah

  • KKP (Kementerian Kelautan & Perikanan): Integrasi data ZEE dan perizinan kapal.
  • Kominfo: Dukungan infrastruktur sinyal maritim.
  • Badan Karantina Ikan: Sertifikasi mutu digital.

Penyokong Modal & Swasta

  • Perbankan (BRI/Mandiri): Pembiayaan KUR Mikro untuk perangkat IoT Nelayan.
  • Fintech P2P: Modal kerja rantai pasok.
  • Ritel Modern (Superindo/Hypermart): Pembeli siaga (Offtaker) produk bersertifikat.

Strategi Go-to-Market

Fase 1: Inisiasi

Pilot Project

Fokus pada 100 kapal < 5 GT di satu lokasi sentra nelayan (contoh: Pantura).

  • - Validasi hardware IoT
  • - Setup Blockchain Node awal
  • - Kemitraan dengan 1 Koperasi
Fase 2: Ekspansi

Regional Growth

Replikasi ke 5 provinsi utama perikanan. Integrasi dengan Retail Modern.

  • - Integrasi sistem pembayaran Bank
  • - Aplikasi Konsumen Ritel rilis
  • - Insentif Pemerintah aktif
Fase 3: Maturitas

Ekosistem Nasional

Standar Nasional Paspor Ikan Digital. Mandatori untuk ekspor.

  • - Ekspor ke EU/US dengan traceability
  • - Data Monetization (Big Data)
  • - Full Automation Smart Contract